
PO Tertua Asal Sumatra Barat
Bus NPM sering kita dengan bagi Anda penggemar bus terbaru atau penggemar salah satu PO, thaukah Anda bahwa bus NPM merupakan sebuah…
Ayonaikbis.com - Bus NPM sering kita dengan bagi Anda penggemar bus terbaru atau penggemar salah satu PO, thaukah Anda bahwa bus NPM merupakan sebuah akronim dari Naikilah Perusahaan Minang (didirikan di Padang Panjang, Minangkabau pada tahun 1937 jadi saat ini berumur sekitar 79 tahun) bus NPM adalah perusahaan jasa transportasi angkutan penumpang darat yang berasal dari Sumatera Barat. Bus NPM merupakan salah satu perusahaan otobus (PO) tertua di Sumatera yang masih beroperasi hingga kini, nah untuk lebih jelas mari simak sejarah bus NPM sebagai bus tertua di Sumatera.
Perusahaan jasa transportasi yang didirikan pada tahun 1937 oleh Bahauddin Sutan Barbangso Nan Kuniang ini berbasis di kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Kini perusahaan keluarga tersebut dikelola oleh generasi ketiga, yaitu Angga Vircansa Chairul.
Pada masa-masa awal, PO NPM hanya melayani beberapa trayek dalam provinsi Sumatera Barat dan selang beberapa puluh tahun kemudian bus NPM berkembang dengan membuka rute ke berbagai kota di pulau Sumatera. Kemudia pada dekade 1980-an, PO NPM mulai menjalani trayek ke pulau Jawa. Berawal dari Sumatera Barat, PO NPM memulai pemberangkatan penumpang ke berbagai daerah dipulau Jawa dari beberapa kota, seperti Padang, Bukittinggi, Pariaman, Payakumbuh, dan lainnya.
Pada puncak kejayaannya, dari dasawarsa 1980-an hingga awal 2000-an, jaringan trayek PO NPM membentang mulai dari Medan, Pekanbaru, Dumai, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung di pulau Sumatera, hingga Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung di pulau Jawa. PO NPM juga melayani trayek utama di Sumbar, yaitu Padang – Bukit Tinggi.
Sebelum adanya layanan low cost carrier dari berbagai maskapai penerbangan, jasa transportasi penumpang Sumatera - Jawa didominasi oleh angkutan bus yang dikategorikan sebagai Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Ribuan kilometer jalan raya lintas Sumatera diramaikan oleh ratusan perusahaan otobus yang melayani trayek antar kota dalam provinsi (AKDP), antar kota di Sumatera, maupun trayek ke pulau Jawa.
Pada masa jaya angkutan penumpang bus jarak jauh dari akhir dekade 1970-an hingga awal dekade 2000-an, beberapa perusahaan otobus di Sumatera berkembang menjadi besar. Di antara ratusan perusahaan otobus tersebut, PO NPM bersama PMTOH (Aceh), PO ALS (Sumatera Utara), PO ANS (Sumatera Barat), dan PO Gumarang Jaya (Lampung), mendominasi jalan raya lintas Sumatera baik lintas tengah maupun lintas timur.
Menurunnya angkutan penumpang bus jarak jauh karena berbagai faktor, seperti harga tiket pesawat murah, mudahnya mendapatkan mobil pribadi melalui kredit, dan maraknya perusahaan travel yang menggunakan mobil kecil, menyebabkan banyak armada bus besar PO NPM yang menganggur dan menyebabkan kerugian.
Untuk keluar dari kesulitan ini, Angga Vircansa Chairul sebagai pengelola generasi ketiga melakukan pengembangan usaha dengan membuka angkutan pariwisata yang bernama 'Vircansa Tour Bus' yang beroperasi di Sumatera Barat dan sekitarnya