
Perbedaan Narrow Vs Wide Air Suspension & Keunggulannya Pada Bus
Apa itu Narrow atau Wide Air Suspension dan apa saja keunggulan dan kekurangannya? Berikut ini adalah detail dan aplikasinya pada jenis…
Apa itu Narrow atau Wide Air Suspension dan apa saja keunggulan dan kekurangannya? Berikut ini adalah detail dan aplikasinya pada jenis sasis bus.
Air Suspension saat ini sudah banyak digunakan pada bus-bus terbaru, meskipun teknologi suspensi udara ini sebenarnya sudah ada sejak jaman bus klasik.
Mengenal Narrow & Wide Air Suspension Pada Bus
Secara prinsip kerja suspensi udara tipe narrow dan wide adalah sama, keduanya terdiri dari kompresor, tabung udara (balon), berbagai macam selang, katup solenoid dan suspensinya itu sendiri.
Keunggulan dari Air Suspension dibandingkan suspensi leaf spring / per daun adalah peredaman getaran yang lebih baik karena menggunakan udara sebagai fluidanya.
Perbedaan Narrow Vs Wide Air Suspension
Perbedaan dari dua jenis suspensi udara ini adalah pada peletakan balon udarannya.
Jenis narrow dipasang tepat segaris dibawah sasis sedangkan untuk tipe wide posisi balon udara diletakan diluar sasis atau mendekati roda.
Baca : Mengapa HINO RN 285 dan Mercedes Benz OH 1626 tidak dapat dibuat bodi SHD ?
Keunggulan & Kekurangan Narrow Air Suspension

Tipe suspensi udara narrow atau sempit ini memiliki keunggulan dari segi harga yang lebih murah dibandingkan tipe wide.
Namun kelemahannya hanya dapat diimplentasikan pada bus dengan tinggi bodi maksimal 3,75 meter demi kestabilan dan keamanan bus tersebut.
Tipe sasis yang menggunakan Airsus Narrow
- Mercedes Benz OH 1626
- HINO RN 285
Berikutnya adalah jenis suspensi tipe wide / lebar, baca pada halaman selanjutnya.
Keunggulan & Kekurangan Wide Air Suspension

Tipe suspensi udara wide atau lebar ini menjadi pilihan dan banyak di implementasikan pada bus Indonesia berbodi tinggi, untuk bus dengan ketinggian 3,75 meter hingga 4 meter (double decker).
Keunggulan dari tipe ini adalah membuat bodi bus lebih stabil karena posisi balonnya bagian belakang lebih lebar mendekati roda, sehingga titik topangnya lebih baik dalam kestabilan.
Kekurangan dari tipe Wide Air Suspension adalah dari segi harga yang jauh lebih mahal dari tipe narrow.
Tipe sasis yang menggunakan Airsus Wide
- Mercedes Benz OH 1830
- Mercedes Benz OH 1836
- Mercedes Benz OH 2542
- Mercedes Benz O 500 U 1726
- Scania K360ib
- Scania K410ib
- Volvo B11R
- MAN R37
- MAN RR4
- HINO RM380
- dll
Nah beberapa operator bus di Indonesia pun banyak yang melakukan modifikasi pada bus yang sebenarnya belum menggunakan suspensi udara.
Tipe sasis yang banyak dimodifikasi adalah HINO RK8 atau R260 yang diganti menggunakan Air Suspension tipe wide agar dapat menggunakan bodi dengan tinggi 3,9 meter.
Karena dari HINO sendiri untuk pasar Indonesia hanya menyediakan tipe HINO RN285 dan HINO RM380, namun jika memilih tipe RM380 tipe ini masih jarang di Indonesia dan tentu harga masih mahal.
Solusi murahnya agar dapat menggunakan bodi tinggi tentu memilih HINO Rk8 kemudian dengan mengganti suspensi per daun dengan suspensi udara.
Namun dengan adanya modifikasi oleh operator pada suspensinya tentu garansi suspensi akan hangus.
Nah itu tadi sekilas mengenai perbedaan dari kedua tipe suspensi udara pada bus, apakah ada pendapat lain ? silakan tinggalkan komentar.

Baca Juga Informasi menarik berikut ini: